Oleh: Rayhan Janitra,
Sekjen Basmalah
Perjuangan tiada henti untuk memulai dan menciptakan jejak langkah mulia yang akan diikuti oleh kader-kader ekonom syariah, inilah motivasi terbesar kami saat itu, dalam mendirikan dan meresmikan Himpunan Mahasiswa Jurusan Muamalah atau yang lebih dikenal dengan Basmalah, Barisan Strategi Muamalah. Kami sangat sadar, bahwa program studi yang kami jalani saat ini, sangat membutuhkan kehadiran suatu wadah yang mampu menjadi sumber keilmuan dan kegiatan mahasiswa-mahasiswanya. Dan kami sangat sadar, bahwa segala macam permulaan membutuhkan perjuangan yang lebih keras.
Faktanya, program studi Muamalat adalah prodi baru di kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam, yang berdiri sejak tahun 2013 M. Pada tanggal yang sungguh bersejarah tersebut, kami berdiri bersama menghadiri upara pendeklarasian secara resmi HMJ Basmalah. Bertempat di samping lobby kampus STEI Tazkia, acara yang juga dihadiri oleh wakil rector STEI Tazkia saat itu, Bapak Mukhlis Yusuf, Ph.d penuh dengan rasa haru sekaligus bangga, karena kami yakin bahwa perjuangan ini akan berbuah manis. Dan setelah surat tanda peresmian HMJ ditandangani oleh Kaprodi kami saat itu, Bapak Unang Fauzi, M.Ei, maka Basmalah menjadi HMJ seperti HMJ pada prodi lainnya.
Jika kembali pada beberapa waktu sebelum hari deklarasi ini, ada beberapa fakta dan cerita menarik yang sekiranya perlu diketahui bersama. Fakta dan cerita ini tidak lain adalah beberapa momen yang mengiringi hari-hari menuju peresmian HMJ Basmalah.
Perlu diketahui bahwa sesungguhnya seluruh masyarakat Tazkia sudah mengetahui kehadiran HMJ Basmalah jauh sebelum Basmalah itu sendiri berdiri. Fakta ini tidaklah mengherankan, mengingat bahwa sejak perkuliahan hari pertama dimulai, kami mahasiswa angkatan pertama Muamalat sudah merencanakan, melaksanakan dan mensosialisasikan program-program dari prodi kami. Jadi bisa dikatakan, ‘bergerak sebelum lahir.’ Ya, itulah kami.
Sebagai contoh, bahwa Basmalah sebelum resminya, telah mengadakan acara perdana di Tazkia, sebuah forum diskusi ringan yang kami beri nama ‘Ngopi’ (Ngobrolin Pemikiran Islam). Dalam forum ini kami mengundang semua elemen kampus dari berbagai organisasi, untuk merapat dan mendiskusikan isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan pada saat itu. Apresiasi positif kami dapatkan dari kebanyakan peserta, bahkan dari dosenpun sangat mendukung kegiatan kami ini. Dan dari sinilah, nama Basmalah tersyi’arkan ke seantero Kampus Tazkia.
Selain Ngopi, kegiatan menarik lainnya kami sajikan dalam bentuk ‘Buletin,’ suatu hal yang baru pada saat itu di Tazkia. Karena lumrahnya, seluruh HMJ lain selain Basmalah memiliki Majalah Dinding (Mading), sedang Basmalah belum memilikinya. Maka inisiatif kami tertuju pada Buletin yang tidak membutuhkan Mading. Bulletin ini kami sebar setiap 2 minggu sekali, pada acara Apa Kabar Mahasiswa di Alhambra setiap hari selasa pagi.
Ada hal menarik terkait bulletin ini, bahwa bulletin yang kami terbitkan suatu hari di edisi yang ketiga, mendapat reaksi keras dari segolongan mahasiswa, yaitu teman-teman dari suatu UKM, yang tidak perlu saya sebutkan nama UKM nya. Reaksi keras ini disebabkan konten bulletin yang kami terbitkan, menurut mereka menyinggung kegiatan mereka. Teman-teman dari UKM ini mengatakan bahwa tulisan dalam bulletin kami telah menuduh dan menyudutkan UKM mereka, padahal setelah diteliti kembali, sama sekali tidak ada kaitannya dengan penuduhan yang mereka sampaikan tersebut. Alhasil, jalan damai berhasil kami tempuh.
Selain itu, sekelumit kegiatan yang panjang harus kami tempuh dalam mendirikan HMJ Basmalah. Diantaranya adalah membuat rancangan AD/ART HMJ, rapat perumusan visi dan misi HMJ Basmalah, lalu rapat penentuan divisi-divisi yang dibutuhkan dalam HMJ Basmalah, selain itu juga ada rapat yang membahas tentang perwakilan HMJ Basmalah untuk maju menjadi Calon Presiden Mahasiswa, dan terakhir yang paling rumit adalah rapat menentukan ‘siapa ketua HMJ pertama.’
Wahai sobat, kesuksesan tidak akan bisa diraih jika anda tidak melakukan sesuatu yang lebih. Karena ketika anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda dapatkan, maka anda harus melakukan sesuatu yang berlum pernah anda lakukan. Inilah tantangan bagi seseorang yang ‘memulai’ dan kami sangat sadar akan hal itu. Segala kesulitan dan rintangan yang kami rasakan, peliknya kegiatan kampus yang berbaur dengan kesibukan individu dalam Basmalah, ribetnya birokrasi yang ada di kampus, serta permasalahn internal kami sendiri, semua kami jadikan sebagai ‘pecutan’ yang mampu mendorong kami untuk berbuat jauh lebih baik dari sebelumnya.
Maka untuk adik-adik kami,
Teruntuk para penerus perjuangan Basmalah, ingat-ingatlah terus sejarah ini, ingatlah selalu pesan kami, kenanglah terus perjuangan kami. Lakukan yang terbaik, lampaui perjuangan kami!
Teruntuk para penerus Basmalah, jangan pernah merasa risau dan cemas akan jalan yang anda pilih. Ketahuilah, inti sebenarnya dari ekonomi islam, yang sekaligus menjadi pembeda dengan ekonomi konvensional, adalah unsur ‘muamalah’ itu sendiri.
Teruntuk para penerus Basmalah, perjuangan yang kalian lakukan, pengorbanan yang kalian keluarkan, peluh keringat yang kalian rasakan, semua itu akan ada balasannya dari Allah SWT. Bukankah yang kita hadapi di Muamalat ini adalah dakwah agama?
Teruntuk para penerus Basmalah, jangan pernah tertipu dengan jumlah. Apakah janji Allah yang mengatakan bahwa pasukan yang sedikit bisa mengalahkan pasukan yang banyak, masih kau ragukan?
Dan teruntuk para penerus Basmalah, jaga terus persaudaraan kalian. Basmalah sekarang adalah kalian saat ini, dan Basmalah kedepan adalah ditentukan oleh kalian saat ini. Dan yakinlah, ekonomi islam kedepan ada ditangan Basmalah, yang berarti ada di tangan kalian!
Berjuanglah, karena perjuangan tidak akan pernah berakhir!
Kos Syariah, 18:37 WIB, Sabtu 13 Desember 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar